Kutipan gagasan dalam Sambutan Dr. Hamzah Khaeriyah pada acara penutupan Metodologi Penulisan Ilmiah Berstandar Nasional.

1. Perubahan kurikulum

Kewajiban  Perguruan Tinggi dalam menetukan keberhasilan kurikulumnya adalah melakukan redesain yang mengarah pada jawaban kebutuhan masyarakat.  Dalam teori kurikulum terdapat dua dimensi utama yaitu: desain kurikulum dan kurikulum engineering, menurut George A. Beauchamp ”….Curriculum design may be defined as the substance and organization of goal and culture content so arranged as to reveal potential progression through levels of schooling. (Desain kurikulum bisa digambarkan sebagai unsur pokok, komponen hasil atau sasaran dan kultur yang membudaya). Menurut Oemar Hamalik  pengertian Desain adalah suatu petunjuk yang memberi dasar, arah, tujuan dan teknik yang ditempuh dalam memulai dan melaksanakan kegiatan. Fred Percival dan Henry Ellington, pada Hamalik mengemukakan bahwa desain kurikulum adalah pengembangan proses perencanaan, validasi, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Dan menurut Nana S. Sukmadinata) desain kurikulum adalah menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi horizontal dan vertikal. Dimensi horizontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Sedangkan dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran.

Melihat perkembangan tekhnologi yang semakin pesat STAIN Sorong ditantang oleh dunia pendidikan mengenai pertanyaan kecil yang memiliki filosofi yang dalam ‘’apakah kurikulum sudah sesuai atau belum’’ tantangan inilah yang harus dijawab oleh tim penyelenggara pendidikan di STAIN Sorong, oleh sebab itu perlunya dirumuskan dalam tingkat penentu kebijakan akademik.

Dr. Hamzah khaeriyah mengeluarkan sebuah gagasan ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan P3M ‘’persentase proposal penelitian kelompok tanggal 17 April 2014, digedung pasca sarjana STAIN Sorong, gagasan tersebut disaksikan langsung oleh peserta meliputi Dosen tetap dan tidak tetap serta guru besar UGM Prof. Dr. Irwan Abdullah. Salah satu prinsip dalam desain kurikulum adalah Desain kurikulum harus realistis, layak, dan dapat diterima, penjelasan ini sejalan dengan konsep Wakil Ketua I saat melakukan diskusi terbuka bersama Kepala P3M yang wacananya adalah STAIN mestinya dapat diterimah oleh semua kalangan masyarakat, maksudnya program studi yang ditawarkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat di Papua.

2. Penguasaan Media  pada posisi agama

Jusuf Kalla dalam wawancara formal di RRI tahun 2010 sedikit menyinggung tentang kekuatan media dalam dunia global, ini terbukti dengan konsep perdamaian Aceh dan Poso, JK menggandeng media Telkom dan beberapa media lainnya untuk menjadi lidah pertama menyampaikan kepublik tentang dibalik kekacauan Aceh dan Poso.

Apa yang dilakukan JK sejalan dengan gagasan besar Dr. Hamzah menjadikan media sebagai kekuatan utama menuju keterbukaan, lebih jauh sebelumnya Dr. Hamzah sering menyampaikan dalam ceramah keagamaan bahwa agama Islam adalah Rahmatan Lil Alamiin, jika Islam adalah Rahmat bagi alam semesta maka siapapun dapat mempelajari Islam, dengan wacana ini STAIN yang merupakan Perguruan Tinggi Islam di papua menjadi lembaga pendidikan serba ada, kecuali proposal bantuan dana (ucap Dr. hamzah dalam candaanya).

3. Agama harus menjadi paradigma kehidupan

Pada gagasan ketiga ini berbagai perspektif dari beberapa kalangan dalam menafsirkan maksud dari perkataan Dr. hamzah misalnya Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan  atau pluralitas masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya sebagai suatu keniscayaan. Dilihat dari segi etnis, bahasa, agama, Indonesia merupakan salah satu negara pluralistis, maka untuk merumuskan konsep pluralisme ini dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam Pokok Pikiran IV, negara menegaskan bahwa, Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, hal ini berarti bahwa kehidupan dalam negara berdasar pada nilai-nilai ketuhanan, dengan memberikan kebebasan atas kehidupan beragama atau dengan menjamin atas demokrasi dibidang agama. Setiap agama memiliki dasar-dasar ajaran yang sesuai dengan keyakinan masing-masing dengan mendasarkan pergaulan kehidupan dalam beragama atas nilai-nilai kemanusiaan yang beradab dan berdasar bahwa pemeluk agama adalah bagian dari umat manusia di dunia. Maka sudah seharusnya negara Indonesia mengembangkan kehidupan beragama ke arah terciptanya kehidupan bersama yang penuh toleransi, saling menghargai berdasar pada nilai kemanusiaan yang beradab.

Maka sudah seharusnya negara Indonesia mengembangkan kehidupan beragama ke arah terciptanya kehidupan bersama yang penuh toleransi, saling menghargai berdasar pada nilai kemanusiaan yang beradab.

Konsep inilah yang menjadi kekuatan STAIN Sorong dalam merangkul seluruh masyarakat Papua terutama Papua Barat.

4. Menggagas pendidikan Islam secara global

Tentu saja ini merupakan bagian dari redesain kurikulum jika dilihat dari Pendidikan Islam hendaknya mendukung perkembangan peserta didik menuju :Bukan ke arah kesempitan, melainkan ke pandangan yang luas: Bukan ke primordialisme, melainkanke kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,dan hidup dalam masyarakat plural: Bukan ke arah fanatisme melainkan ke kemampuan untuk bersikap toleran: Ke arah keyakinan kuat akan agamanya sendiri, tetapi bukan secara eksklusif, melainkan secara inklusif, dalam arti anak menjadi mampu untuk melihat yang baik juga pada orang/masyarakat yang beragama/berkeyakinan lain: Ke arah kepekaan dan keprihatinan terhadap segala orang menderita, tetindas, tak berdaya, dari golongan manapun, jadi lintas kelompok primordial