walikota

Secara umum seluruh jajaran pemerintahan Propinsi Papua Barat dan Masyarakat Papua Barat dalam rangka menciptakan Papua Barat yang lebih aman, lebih damai, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi semua. Sudah barang tentu masih jauh lebih banyak lagi yang harus di lakukan. Pembangunan adalah upaya tanpa henti. Yang diperlukan adalah konsistensi, continuous improvement, dan perubahan yang terukur. Agenda pembangunan harus terus dilakukan dengan konsisten. Hasil kerja keras itu sudah dapat kita lihat hasilnya. Integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia di Provinsi Papua Barat menjadi lebih mantap dari hari ke hari sebagai akibat dari kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Yang tidak kalah pentingnya adalah sekarang tersedia ruang yang diberikan oleh negara kepada rakyat di Provinsi Papua Barat untuk dapat melaksanakan hak dan kewajibannya, sesuai dengan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan papua Barat. Oleh karena itu, upaya‐upaya pembangunan yang berpihak dan membawa kesejahteraan yang sebesar‐besarnya kepada rakyat Papua, secara berkeadilan, dan demokratis harus terus dikerjakan tanpa henti. Momentum pembangunan Papua barat harus terus dipelihara, dan konsisten baik melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain sebagaianya.

Kehadiran STAIN Sorong menjadi lembaga pendidikan tinggi merupakan sebuah tantangan dalam mencetak SDM yang siap dengan perkembangan di Papua Barat, dalam diskusi tertutup oleh Wakil ketua I Bidang Akademik tentang peran STAIN Sorong dalam mendorong percepatan pembangunan di Papua Barat menghasilkan beberapa poin yang menjadi alasan STAIN Sorong dalam mendorong pembangunan di papua Barat terutam di Sorong, yaitu dari sudut pandang sosial, agama, dan ekonomi.

Masih oleh WK I Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag bahwa tiga poin penting ini masing-masing, agama harus menjadi landasan awal dalam membekali SDM, jika agama ini tidak dipegang oleh sumber daya yang kurang maka itu menjadi masalah, maka dari itu agama harus dimanage, sehingga dengan agama dibarengi dengan pengetahuan, wawasan oleh penganut umat beragama, selain itu adanya pertemuan lima menteri di Jayapura yang salah satunya dihadiri oleh STAIN Sorong, dari hasil pertemuan tersebut dicapai beberapa hal seperti capaian kerukunan umat beragama dan isu-isu HAM, yang lebih menarik capaian pembicaraan tersebut STAIN di wilayah timur menjadi bahan referensi kajian termasuk penciptaan kedamaian di Papua, demikian ucap beliau.

Poin penting tersebut kemudian dirumuskan kedalam forum diskusi oleh beberapa dosen di STAIN Sorong sebagai bahan masukan terhadap pengembangan pembangunan di Papua Barat, misalnya dari forum tersebut menyerukan agar pemerataan ekonomi di Papua harus dicapai, merangkul tokoh agama, adat, politik dan masyarakat untuk mengadakan dialog terkait dengan pemerataan ekonomi di Papua Barat.

Selain itu kembali WK I menambahkan bahwa usulan ini tidak cukup dilakukan dengan forum tetapi akan melakukan kerja sama dengan P3M untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat sebagai bahan data untuk melakukan penelitian dalam bentuk buku yang menjadi bahan referensi bagi pemangku kebijakan di Papua Barat. Ditambahkan lagi, bahwa sebenarnya masukan mengenai percepatan pembangunan sudah dilaksanakan oleh STAIN Sorong dengan memanfaatkan mahasiswa melakukan penelitian di beberapa daera yang terisolir dengan pembangunan, dan hasilnya oleh P3M disampaikan dalam bentuk seminar dimasing-masing satker.

Maka dengan adanya dialog, penelitian, dan kerjasama dengan pemerintah setempat STAIN Sorong optimis percepatan pembangunan di papua barat dapat berkembang pesat seiring dengan hadirnya investor, kesiapan SDM, dan memberikan peluang kepada masyarakat terutama masyarakat Papua pada umumnya.