Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M), dengan tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, mengembangkan, memantau dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta mengusahakan dan mengendalikan administarsi dan sumber daya yang diperlukan.

[024211]

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL KEAGAMAAN BAGI DOSEN STAIN SORONG

materi I

ABD. Rahman

Suku marbak seperti masyarakat adat hidup berdasarkan nilai-nilai adat papua, kehidupan keagamaan dimanefestasikan dalam bentuk kepercayaan , dan tidak hanya terbatas dipapua tetapi banyak ditempat lain seperti sul sel dan lainya , berdasarkan ideologi pancasila, didasarkan pada dua konsep yaitu modernaisasi dan  nilai nilai,

Tahun 1960an sering diasumsikan dengan komunis, dan dianggap paranoid  karena dapat menjadi resistensi bangsa ,

Masarakat ini masih butuh pembinaan karena masih dianggap asing, kemudian lahirlah semangat masyarakat adat dalam memanifestasikan nilai-nilai social,

Dalam masalah yakni bagaimana sejarah dan ritul sosial suku marbak

Bagaimana industry ritual ini mengalami penyebaran

Sejauh mana mereka beradaptasi denan fenomena yang ada

Intisari

Harapan kami bahwa dalam  penelitian ini bisa memberikan pemahaman seputar ritual dan makna dalam sebuah ritual dan bagaimana suku marbak bisa beraktualisasi dengan  pihak-pihak diluar.

Materi II

Muhammad huzain

PERUBAHAN ORIENTASI NILAI LOKAL SUKU SONEK RAJA AMPAT

Alasan adanya modal; intlektulitas

Karena seperti kita ketahui bahwa sonek Nota bene modal wisata ada disonek

Gerakan ekonomi kapitalis yang merupakan usaha makro

Arah perubahan budaya ditentukan orientasi nilai bertambahanya berbagai penduduk disonek, arah perubahan budaya masyarakat sonek ditentukan oleh budaya tesebut, termasuk menentukan apa yang benar dan salah,

Uraian singkatnya

Bagaimana sejarah perkembangan terbentuknya nilai kapitalisme di suku sonek

Bagaimana orientasi budaya local terbentunknya kapitalisme pada suku sonek

Intisari

Penelitian ini mengenai pembentukan kapitalisme local sonek yang dilatarbelakangi oleh fenomena unik  yang menculnya nelayan sonek yang didalamya masih terdapat etos dan pandangan hidup terkandung didalamnya keyakinan sumber laut sebagai keyakinan.

Untuk memamahami alasan terjadinya perbedaaan pada komunitas sonek

Metode

Paradigma kualitatif Dengan beberapa istilah Empiric natulalistik intraksional simbolisme etno fenomenologi etologi, dan diskriptif serta pendekatan Psikologis antropologis, sosiologis

Materi III

Bambang Sunatar

SKESTA PULAU DAMAI STUDI ANTROPOLOGI AGAAMA ANATARA SUKU SONEK DENGAN RAJA AMPAT

Indo sebagai Negara majemuk, tentu menjadi sebuah fenomena , dalam sejarah sudah banyak dijumpai kasus seperti ambon dan juga dipapua yang dijumpai persoalan agama dlll.

Apasih yang menjadikan mereka damai, atas daras itul amencoba melakukan endekatan komunikasi dan interkasi antar umt beragama

Bagaiman komunitas sonek dalama memaknai dan membangun harmonisasi

Factor apa yang menghambat dan m,endukung

Sanggahan

Hasanuddin

1.     Bagaiman tingkat kapitalisme dan materialisnya suku sonek

2.    Saonek atau sonek

Bamabang

1.     Mengatakan mengapa harus mengangkat factor penghambat dalam proses kerukunan umat beragaman

Narasumber

1.     Dalam metodologi bahwa antara masalah dan metodologi bagaimana cara menyambungkan diantara pemnelitian

Jawab Huzain

1.     Masyarakat sonek merupakan bagian dari raja ampat, hal inilah yang kemudian ternyata ada kisaran nilai bukan persepekti kspitalis. Masyarkat nelayan masih awam sdh muali mengalami peningkatan industry nah inilah yang menjadi masalah apakah ini bagian dari kapitalis

Komentar Narasumber

Menariknya tiga penelitian dalam satu wilayah, pentingnya jika masalah yang berbeda maka akan didapatkan hasil yang bervariasi dan luar biasa, selain itu sonek merupakan salah satu pulau digials oleh proses modernisasi internasional,

ABD Rahman

Kasasi selama ini sejak orba terhegemoni terinvasi bahwkan kekuatan besar dan politik kebudayaan. Ritul ditempatkan dalam konteks politik menurut bisri effendi ada kesengajaan oleh penulis karena adanya persoalan rekontruksi nilai, jkajian kebudayaan, maksudnya adalah Negara birokrasi, pasar, agama. Tiga kekuatan ini yang mencoba mengkotasi ritual,

Menurut narasumber jika uraian diatas digunakan maka judul yang lebih tepat digunakan oleh peneliti adalah KASASI DALAM KEBIJAKAN KEBUDAYAAN ORDE BARU, jika pakai kajian kebudayaan maka hal yang penting  adalah bagaimana sebenarnya agama dan pasar serta Negara mengkotasi. Contoh karena kuatnya tiga kekuatan ini memkotasi sebuah ritual.

Rumusan masalahnya sebaiknya:

1.     Bagaimana sebenarnya respon, pandangan,  pelaku ritual terhadap kotasi tersebut

2.    Bagaimana menreintrepretasi diri dalam kontek agama, Negara dan pasar

3.    sejauhmana pelaku ritual membangun suatu siasat baru  dalam melawan tiga kekuatan besar itu

jika ini diterapkan maka ritual ditempatkan dalam konteks kekuatan besar yang menginvasi mereka dan bagaiman geliat mereka, ibaratnya orang kecil yang tertindas maka akan muncul siasat untuk mengatur suatu kekuatan besar.

 

Muhammad Huzain

Dalam uraian persentase menyebut bahwa orang sonek dulu nelayan sekarang pedagang sementara di halaman lain menyebut orang sonek kapitalis. Pandangan lain jangan sampai salah memahami kapitalis, menurut narasumber, bahwa memahami kapitalis sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dulu, untuk penggunaan kata kapitalisme sebaiknya di redefenisi kembali dengan merujuk pada buku webber.

Saran dari narasumber Sebaiknya peneliti melakukan penelitian mengenai hirup pikuk industri pada masyarakat saonek ini apa yang terjadi sebenarnya, serta dampak dari peningkatan industri ini.

Jika ini dilakukan maka hasil yang diharapkan adalah secara ekonomi politik dan kebudayaan maka peneliti melihat apa saja perubahan yang terjadi akibat hadirnya industry ini.

Bambang Sunatar

Sudaha menunjjukkan mirip ritual seperti adanya suatu titik perjumpaan interaksi misalnya Natalan, Lebaran, hal ini sebenarnya sulit dijumpai di daerah lain,

Menurut narasumber sebaiknya mengembangkan pola interaksi ini kedalam salah satu konteks kehidupan plural yang lebih luas.

Bahwa ini dapat dilihat bahwa memang ada medium tertentu ketika orang-orang saling menatap dan sepakat dalam suatu tujuan

Saran penelitian ini harus menggunakan penelitian etnografi. Itupun yang digunakan adalah etnografi modern.